Rabu, 16 April 2014

Laporan Petrografi I

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Sejarah Petrografi
Mikroskop adalah suatu instrumen ilmiah yang terkenal abad ke – 19 dan telah diterapkan secara luas di dalam banyak ilmu pengetahuan. Akan tetapi, seorang geologist sudah dapat melihat material-material yang terdapat dalam tanah yang biasanya tidak bisa dilihat langsung di pegunungan tetapi dengan mikroskop. Pada tahun 1829, Edinburgh New Philosophical Journal dipublikasikan dalam artikel sebanyak dua halaman yang diberi judul  ”The Nicol Prism” oleh William Nicol (1768-1851) dosen filsafat di Edinburgh. Prisma ini dibuat dari dua bagian, yaitu kalsit dan balsam Kanada, sebagai penghasil cahaya bidang polarisasi. Dua tahun yang lalu Nicol mempublikasikan artikel kedua dengan pokok bahasan tahapan preparasi mineral dan fosil kayu melalui pemeriksaan mikroskop. Dengan dua artikel William Nicol, menghadirkan sebuah alat geologi yang sekarang diterapkan pada Pmikroskop untuk mempelajari batuan. Sorby menulis buku yang dipublikasikan pada tahun 1850 dan 1860, tetapi sedikit diterima di negerinya, namun banyak diminati oleh peneliti di beberapa benua, khususnya : Zirkel, Vogelsang, dan Rosenburgh di Jerman dan Fouque dan Michel Levi di Prancis yang telah mengangkat ilmu petrografi pada statusyang dapat diterima oleh para ilmuan dan menjadi cabang ilmu yang mempelajari batuan secara mikroskopis.
Petrografi merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari cara deskripsi batuan berdasarkan tekstur, struktur, dan mineralogi secara mikrokopis.
Petrografi sangat berhubungan dengan disiplin ilmu geologi yang lain. Seperti dengan ilmu Petrolgi. Petrografi dengan Petrologi sangat berhubungan erat dimana petrologi mempelajari batuan, baik proses, asal usul batuan, petrogenesa (mempelajari batuan secaara luas) sedangkan petrografi merupakan cara untuk mempelajari batuan atau cara deskripsi batuan. Petrografi juga sangat berhubungan dengan Kristalografi dan mineralogi atau pun Mineral optik. Dimana dalam mineral optik dipelajari mineral-mineral berdasarkan sifat optiknya. Sedangkan petrografi dalam penamaan batuan harus dikenali mineral apakah yang menyusun batuan tersebut.
Dalam pendiskripsian batuan secara petrografi memiliki beberapa keuntungan dibandingkan secara megaskopis. Keuntungan pengamatan secara petrografi adalah : dalam pengamatan batuan dapat dilihat teksur khusus yang ada pada batuan, sedangkan secara megaskopis sulit untuk melihat tekstur khusus batuan. Secara mikroskopis dapat ditentukan mineral yang yang menyusun batuan sampai kejenis dari pada mineralnya. Misalkan plagioklas, dari kembarannya dapat ditentukan jenis plagioklasnya apakah anaorthit, bitownit, labradorit, andesin atau oligoklas. Pengamatan secara petrografi ini dapat ditentukan variasi dari pada batuannya.

1.2. Maksud dan Tujuan
Praktikum ini bermaksud untuk memenuhi syarat SKS yang telah diambil mahasiswa Jurusan Teknik Geologi pada semester genap, serta sebagai media untuk dapat mempermudah memahami konsep teoritis yang diberikan dosen.
Praktikum ini bertujuan agar dapat mempermudah mahasiswa dalam mengenal berbagai jenis batuan sehingga akhirnya dapat menentukan penamaan batuan secara mikroskopis dan kemudian dapat menafsirkan genesa dari batuan tersebut. Dalam praktikum ini, praktikan diarahkan pada penguasaan jenis dan nama batuan secara mikroskopis melalui pemeriaan tekstur, struktur, dan komposisi kimia dan mineral batuan dengan menggunakan alatbantuan sayatan tipis batuan dan mikrokop polarisasi.

1.3. Aplikasi di Bidang Industri
Adapun beberapa kegunaan untuk penerapan ilmu petrografi di bidang industri adalah sebagai berikut :
Ø Di dalam industri perminyakan, ilmu petrografi digunakan untuk menentukan porositas serta untuk mengetahui lingkungan sedimentasinya melalui study provenance dan juga mengetahui jenis kemasnya yang merupakan zona potensi mengalirnya fluida pada masa batuan.
Ø Pada bidang pertambangan, terutama pertambangan mineral bijih, analisa batuan secara mikroskopis digunakan untuk dapat mengetahui zona penyebaran dan deposit melalui zona alterasinya serta menentukan kondisi lingkungan terbentuknya.
Ø Di bidang industri bahan galian, analisa petrografi berguna dalam hal menetukan tingkat atau kadar keekonomisan dari suatu bahan galian baik secara kualitas maupun kuantitasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar